Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh
yang terjadi karena adanya suatu faktor yang mengganggu sistem
perlindungan tubuh.
Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh respon fisiologis tubuh yang
terdiri dari inflamasi,
prolifersi, dan remodeling.
Adapun proses inflamasi menggambarkan adanya suatu proses yang
memerlukan peranan platelet dan fibrin yang ada di dalam darah.
Ketika darah di dalam tubuh dalam kondisi yang lebih kental akibat
kandungan gula darah yang tinggi, maka aliran darah di dalam tubuh
juga akan melambat. Padahal sebuah luka memerlukan proses pembekuan
darah yang cepat dimana dalam proses tersebut diperlukan beberapa
komponen darah (platelet dan fibrin). Oleh karena itu, luka akansukar membeku, luka sulit mengering, dan akan sukar sembuh.
Selain itu, luka sulit mengering juga bisa dipengaruhi oleh pola
konsumsi makanan dimana seseorang kekurangan asupan protein yang
berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang telah rusak.
Penatalaksanaan dari luka tersebut juga berperan dalam proses
penyembuhan. Luka sulit mengering bisa disebabkan oleh seringnya
terpapar langsung dengan air yang akan mengkondisikan luka tersebut
menjadi basah sehingga memperlama proses mengeringnya luka.
Di Rumat, pasien yang datang diberikan edukasi
tentang pola diit DM dimana pasien diberi tahu makanan yang
dianjurkan tinggi protein dan makanan yang perlu dibatasi yang
mengandung tinggi karbohidrat. Hal itu dilakukan untuk membantu
proses penyembuhan luka. Semula luka sulit mengering, setelah pasien
mampu menerapkan diit DM akan mudah memasuki proses healing.
Pasien juga dianjurkan oleh tim Rumat untuk kontrol dan ganti balut
di klinik. Luka sulit mengering kemudian dikelola di Rumat dengan
mengkondisikan moist terlebih dahulu melalui modern
dressing sehingga membantu prosespenyembuhan luka. Luka sulit mengering jangan dijadikan beban hidup,
tetap semangat Rumat siap merawat!
References
- Delmas. 2006. Best Practice in the Assesment and Management of Diabetic Foot Ulcers. Rehabilitation Nursing, 31, 6. November- December
- Waspidji. 2009. Kaki Diabetes. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K& S. Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing.authorized by : Safina Afriani <safinaafriani@ymail.com>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar