Rabu, 11 Juni 2014

Luka Sulit Mengering, Apa Sebabnya?

Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh yang terjadi karena adanya suatu faktor yang mengganggu sistem perlindungan tubuh. Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh respon fisiologis tubuh yang terdiri dari inflamasi, prolifersi, dan remodeling. Adapun proses inflamasi menggambarkan adanya suatu proses yang memerlukan peranan platelet dan fibrin yang ada di dalam darah. Ketika darah di dalam tubuh dalam kondisi yang lebih kental akibat kandungan gula darah yang tinggi, maka aliran darah di dalam tubuh juga akan melambat. Padahal sebuah luka memerlukan proses pembekuan darah yang cepat dimana dalam proses tersebut diperlukan beberapa komponen darah (platelet dan fibrin). Oleh karena itu, luka akansukar membeku, luka sulit mengering, dan akan sukar sembuh. Selain itu, luka sulit mengering juga bisa dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan dimana seseorang kekurangan asupan protein yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang telah rusak. Penatalaksanaan dari luka tersebut juga berperan dalam proses penyembuhan. Luka sulit mengering bisa disebabkan oleh seringnya terpapar langsung dengan air yang akan mengkondisikan luka tersebut menjadi basah sehingga memperlama proses mengeringnya luka.
Di Rumat, pasien yang datang diberikan edukasi tentang pola diit DM dimana pasien diberi tahu makanan yang dianjurkan tinggi protein dan makanan yang perlu dibatasi yang mengandung tinggi karbohidrat. Hal itu dilakukan untuk membantu proses penyembuhan luka. Semula luka sulit mengering, setelah pasien mampu menerapkan diit DM akan mudah memasuki proses healing. Pasien juga dianjurkan oleh tim Rumat untuk kontrol dan ganti balut di klinik. Luka sulit mengering kemudian dikelola di Rumat dengan mengkondisikan moist terlebih dahulu melalui modern dressing sehingga membantu prosespenyembuhan luka. Luka sulit mengering jangan dijadikan beban hidup, tetap semangat Rumat siap merawat!
References
  1. Delmas. 2006. Best Practice in the Assesment and Management of Diabetic Foot Ulcers. Rehabilitation Nursing, 31, 6. November- December
  2. Waspidji. 2009. Kaki Diabetes. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K& S. Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing.




     authorized by : Safina Afriani <safinaafriani@ymail.com>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar