Luka merupakan hilangnya kontinuitas jaringan yang disebabkan oleh banyak faktor. Luka memiliki beberapa jenis salah satunya berdasarkan derajat kontaminasi. Jenis-jenis luka tersebut yaitu luka bersih, luka bersih terkontaminasi, luka terkontaminasi dan luka kotor. Berdasarkan jenis luka tersebut luka terkontaminasi dan luka kotor mempunyai derajat terjadinya infeksi luka yang tinggi (Taylor & Goodinson, 1997). Infeksi luka tersebut dapat mengakibatkan keluarnya nanah yang menghambat proses penyembuhan luka.
Cara sembuhkan luka bernanah itu membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.
Cara sembuhkan luka bernanah ini juga dilihat dari kedalaman dan luas luka, semakin dalam dan luas luka yang dialami maka cara sembuhkan luka nanah akan waktu yang lama pula. Cara sembuhkan luka bernanah ini membutuhkan perawatan luka secara bertahap dan dilakukan penutupan pada luka tersebut (Perdanakusuma, 2007).
Pada dasarnya fisiologis
cara sembuhkan luka bernanah tak jauh beda dengan
perawatan luka yang lain.
Cara sembuhkan luka bernanah juga mengalami fase inflamasi, fase proliferasi dan fase remondeling. Hal yang perlu diperhatikan dalam
cara sembuhkan luka bernanah yaitu manajemen/protap dalam
perawatan luka. Manajemen yang dilakukan harus sesuai dengan
standart operasional, dari pengelolaan kestrerilan alat, pemilihan bahan balutan yang dipakai, penggunaan larutan serta teknik balutan. Maka dari itu mari kita bersama-sama untuk selalu melakukan
perawatan luka sesuai dengan standart operasianal agar luka yang diderita pasien lebih cepat dalam proses penyembuhannya dan tidak terjadi infeksi serta luas luka yang semakin parah (Istikomah, 2010). Di
Rumat cara sembuhkan luka bernanah yaitu dengan menggunakan teknik balutan modern dressing.
Rumat merupakan r
umah perawatan luka yang menitikberatkan
perawatan luka diabetes, namun tidak menutup kemungkinan di Rumat juga menangani luka bakar, luka post operasi, dll. Metode perawatan yang digunakan itu metode balutan lembab (moist wound dressing) dan menggunakan bahan topical terapi yang tepat untuk masing-masing luka.
Istikomah, Nurul. 2010. Perbedaan Perawatan Luka Dengan Menggunakan Provodine Iodine 10% dan NaCl 0,9% Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Prostatektomi di Ruang Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.
Eprints Undip. 8-9. 2010 Perdanakusuma, David S. Anatomi Fisiologi dan Penyembuhan Luka. From Caring to Curing, Pause Before You Use Gauze. 4-7. 2007. Taylor, S and Goodinson-McLaren, S.M Nutritional Support : A team approach. London : Wolfe Publishing. 1997.
authorized by : Nurmaryani Wahyuni